Mengapa Desa Penting Gunakan Domain DESA.ID


Syukuran-Peluncuran-Domain-Desa-2013

Belakangan ini ada sejumlah kalangan yang meminta penjelasan rinci mengenai penggunaaan domain DESA.ID karena ribuan desa dan sejumlah kabupaten mulai memiliki program website untuk pemerintah desa. Sebenarnya ada penjelasan dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) yang telah dipresentasikan dalam sejumlah pertemuan desa, sayang dokumen itu tidak, tepatnya belum, menyebar ke kalangan yang lebih luas lagi.

Apakah ada pengaturan nama domain di Indonesia. Kemkominfo telah mengeluarkan SK Menteri No 23 tahun 2013 yang mengatur kebijakan penggunaan nama domain internet di Indonesia. Tulisan ini adalah penjelasan tidak resmi mengenai domain DESA.ID, semoga penjelasannya tak jauh beda dari versi resminya mengingat secara historis saya terlibat dalam melahirkan domain tersebut.

  1. Secara historis, lahirnya domain DESA.ID tak bisa dilepaskan dari Gerakan Desa Membangun (GDM) karena domain ini lahir dari usulan publik. GDM yang dipelopori oleh pemerintah desa menyadari bahwa identitas mereka belum terwadahi dalam kebijakan nama domain internet di Indonesia. Desa tidak bisa menggunakan domain GO.ID karena mereka tidak dianggap sebagai subjek pengguna menurut NOMOR : 28 /PER/M.KOMINFO/9/2006 sehingga selama ini mereka menggunakan domain organisasi OR.ID maupun domain personal WEB.ID
  2. Lahirnya domain DESA.ID tak bisa dilepaskan dari proposal usulan domain baru yang disampaikan oleh  GDM. Proposal tersebut dibahas dalam milist PANDI selama satu bulan dan dipresentasikan pada Diskusi Umum Terbuka (DUT) PANDI pada 12 Februari 2013 di Perpustakaan Universitas Indonesia. Ini adalah tautan presentasi GDM yang disampaikan oleh Kepala Desa Dermaji, Lumbir (Bayu Setyo Nugroho) dan Kepala Desa Pancasan, Ajibarang (Ahmad Munawar).
  3. Usulan di atas disetujui secara aklamasi oleh peserta DUT Pandi sehingga diteruskan sebagai bahan resmi yang akan dibahas dalam Forum Nama Domain Internet Indonesia (FNDI). FNDI merupakan forum lintas sektoral (pemerintah, praktisi, akademisi) yang memiliki kewenangan mengatur regulasi nama domain internet di Indonesia. Singkatnya, FNDI menyetujui usulan tersebut sehingga lahirlah nama domain baru di Indonesia dengan kode DESA.ID yang diperuntukkan bagi identitas desa di dunia internet. Kebijakan pendaftaran domain bisa dibaca dalam dokumen ini yang dikeluarkan pada 14 Februari 2013.
  4. Pada faktanya urusan domain sebenarnya merupakan kode pengingat dari kode protokol internet yang menggunakan kode angka. Karena itu diperlukan kode nama yang mempermudah aktivitas komunikasi antar pengguna internet, misalnya:  IP: 192.168.22.25 menjadi http://gentasari.desa.id. Selain memudahkan komunikasi, kode nama juga bisa menunjukkan siapa pemiliki nama domain. Gentasari adalah nama desa, DESA.ID adalah kode domain desa di Indonesia. Artinya, http://gentasari.desa.id adalah sebuah alamat website yang dikelola oleh Pemerintah Desa Gentasari. Hal serupa berlaku bagi http://gedhe.or.id yang artinya alamat website dari sebuah organisasi di Indonesia.
  5. Mengacu pada kebijakan PANDi tentang nama dan persyaratan, pengajuan penggunaan nama domain DESA.ID harus melampirkan Surat Permohonan Pendaftaran Nama Domain yang ditanda-tangani oleh Kepala Desa atau Sekretaris Desa dan KTP/SIM/Paspor (masih berlaku). Artinya, pengguna domain DESA.ID terbatas pada pemerintah desa saja. Pihak-pihak yang tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut dengan sendirinya akan gugur.
  6. Sejauh ini ada sejumlah kabupaten yang kurang memahami dan update kebijakan nama domain di atas sehingga menerapkan kebijakan yang KELIRU. Mereka menggunakan nama domain bertingkat (subdomain) untuk mengakomodasi penamaan alamat website desa, seperti formula http://namadesa.namakecamatan.namakabupaten.go.id misalnya http://karangnangka.kedungbantengkec.banyumaskab.go.id. Penamaan alamat tersebut bertentangan dengan prinsip penamaan nama domain yang tujuannya memudahkan komunikasi. Contoh lain: http://kalibagor.kalibagorkec.banyumaskab.go.id, nama domain sangat panjang dan sulit diingat oleh pengguna internet. Coba, bandingkan dengan http://kalibagor.desa.id. Alangkah elok bila kabupaten mengacu pada kebijakan nama domain sehingga cukup dengan http://karangnangka.desa.id
  7. Untuk desa yang memiliki nama sama maka pengaturan nama domain mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 82 tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) Bab 8 tentang Pengelolaan Domain Pasal 77 ayat 1 disebutkan pendaftaran nama domain berdasarkan prinsip pendaftar pertama. Contoh, di sebuah kabupaten ada dua nama desa yang sama, yaitu Sidaurip. Desa yang pertama kali mendaftar bisa gunakan nama http://sidaurip.desa.id desa selanjutnya harus memodifikasi nama domain karena sudah dipakai desa pertama, misalnya http://sidaurip-kroya.desa.id

Semoga penjelasan ini bisa memberikan gambaran yang lebih rinci tentang penggunaan nama domaian DESA.ID sebagai identitas internet di Indonesia. Kliping berita tentang penetapan domai DESA.ID bisa dibaca di sini:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s