Kuatkan Desa Lewat Pengelolaan Pengetahuan


manajemen pengetahuan kota dan desa
Tata Kelola Pengetahuan (Gambar: http://www.geeklawblog.com)

Ketimpangan yang terjadi antara desa dan kota tak lepas dari tata kuasa pengetahuan. Warga kota mampu mengorganisasi pengetahuannya menjadi pengetahuan yang eksplisit, sementara sebagian besar pengetahuan warga desa masih bersifat tacit. Tak jarang bentuk kreativitas dan pengetahuan warga desa diakuisi oleh warga kota sebab merekalah yang mampu menyusun pengetahuan itu dalam publikasi-publikasi ilmiah.

Pengetahuan eksplisit mampu diungkap melalui kata-kata dan angka, disebarkan dalam bentuk data, rumus, spesifikasi, dan manual. Pengetahuan tacit sifatnya sangat personal, sulit diformulasikan sehingga sulit dikomunikasikan dan disebarkan kepada orang lain. Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang sudah terdokumentasi atau terformalisasi, mudah disimpan, diperbanyak, disebarluaskan dan dipelajari, contoh manual, buku, laporan, dokumen, surat, dan berkas-berkas elektronik. Sedangkan pengetahuan tacit merupakan bentuk pengetahuan yang masih tersimpan dalam pikiran manusia, misalnya gagasan, persepsi, cara berpikir,
wawasan, dan keahlian/kemahiran.

Akibat dominasi tata kelola pengetahuan yang mengandalkan tacit, penyebarluasan pengetahuan desa sangat terbatas. Mereka mengandalkan strategi tatap muka dan peniruan perilaku  yang membutuhkan waktu yang lama. Dokumentasi pengetahuan dan pengalaman sangat minim sehingga situasi itu dimanfaatkan oleh kalangan sekadar mampu memformulasikan pengetahuan-pengetahuan yang tercecer di masyarakat.

Gerakan Desa Membangun (GDM) menyadari ketimpangan kemampuan pengelolaan pengetahuan sebagai titik berangkat dari kegiatan pemberdayaan desa. Ada pepatah, pengetahuan adalah kekuasaan (knowledge is power). Kemampuan desa untuk mengorganisasi pengetahuan wilayahnya berbanding lurus dengan keberhasilan mereka mengelola sumber daya menjadi bernilai tinggi.

Pada dasawarsa terakhir berkembang disiplin ilmu yang mengkaji kaitan antara belajar, perubahan, dan inovasi.  Ilmu itu dinamakan manajemen pengetahuan. Manajemen pengetahuan mengolah pengetahuan individual dan kelompok yang berupa tacit menjadi pengetahuan yang bersifat eksplisit sehingga bisa disebarluaskan dan ditiru. Singkatnya, manajemen pengetahuan muncul akibat banyak kalangan melakukan inovasi melalui jalan pengelolaan pengetahuan.

Fokus utama manajemen pengetahuan selalu berkaitan dengan perubahan dan inovasi yang bertolak dari pengembangan sumber daya manusia. Manajemen pengetahuan mengkaji bagaimana manusia berkembang, berinovasi, dan dikelola untuk keperluan mencapai tujuan bersama. GDM memandang inti gerakan pada peningkatan kapasitas individu-individu untuk memetakan sumber daya di lingkungannya, sekaligus mengembangkan kerja-kerja kolaborasi antarindividu dan sektoral.

(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s