Tradisi Begalan di Banyumas


Tradisi Begalan di Banyumasan merupakan seni tutur tradisional yang digunakan sebagai sarana upacara pernikahan. Kata begalan sendiri dalam bahasa Indonesia berarti perampokan. Sehingga, tradisi begalan dilukiskan sebagai upaya untuk merampas barang bawaan milik calon pengantin laki-laki.

Tradisi Begalan digelar sebelum acara pokok penanaman pengantin. Upacara dimulai dengan berjalannya calon pengantin laki-laki ke rumah calon pengantin perempuan. Lalu, di tengah jalan, rombongan dihadang oleh begal atau rampok yang meminta seluruh barang bawaannya. Tetapi, sang pembawa barang tidak bersedia karena barang-barang itu akan digunakan untuk modal hidup rumah tangga baru.

Sang pembawa menjelaskan kepada perampok barang-barang apa saja yang dibawa. Sambil diselingi humor Banyumasan, sang pembawa menjelaskan juga makna yang terkandung dalam tiap barang bawaan, misalnya gayung diartikan agar sang calon istri bisa menampung dan berhemat atau kipas yang berarti alat untuk menciptakan suasana sejuk dalam rumah tangga, yaitu kesabaran.

Usai menjelaskan kepada perampok, sang pembawa kemudian memukul kendi berisi uang recehan hingga pecah. Uang dan barang bawaan yang itu akhirnya menjadi rebutan pengunjung. Mereka meyakini, kalau barang hasil rebutan itu bisa mendatangkan berkah bagi yang mendapatkannya.

One thought on “Tradisi Begalan di Banyumas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s