Pengelolaan Manajemen Pengetahuan di Organisasi Basis


Pada 27-28 November 2010, saya memfasilitasi pengelolaan informasi di lembaga-lembaga dampingan PPSW Pasoendan di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar lembaga dampingan PPSW bergerak di bidang usaha kecil dan perbaikan taraf hidup. Ada yang berupa koperasi, kelompok warga, dan industri kreatif. Pertanyaan besar yang ingin dijawab dalam kursus itu adalah konsep pengelolaan informasi dan pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing organisasi rakyat? 

Jujur ini dunia baru bagiku. Selama tiga tahun terakhir, saya melakukan pengelolaan pengetahuan di lembaga-lembaga tingkat menengah (intermediary), seperti organisasi nonpemerintah (ornop). Pengelolaan pengetahuan di ornop jelas berbeda dengan pengelolaan pengetahuan di organisasi basis (baca: rakyat). Terlebih, konsep manajemen pengetahuan awalnya justru dikembangkan di lembaga-lembaga yang bergerak di dunia profit.

Sebagai disiplin ilmu, manajemen pengetahuan sebenarnya masih berupa konsep yang belum matang. Manajemen pengetahuan ramai diterapkan di pelbagai perusahaan besar di dunia saat kelesuan ekonomi merambah dunia perdagangan. Prinsip dasarnya, manajemen pengetahuan bertujuan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan memperbaiki komunikasi antara seluruh bagian perusahaan. Salah satunya usaha konkritnya adalah meningkatkan penguasaan pengetahuan dengan melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing).

Menurut Andarmosoko (2010) pengetahuan sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang tersimpan dalam otak manusia, misalnya pemikiran, hapalan dan lain-lain. Explicit knowledge adalah pengetahuan yang berada di luar kepala, misalnya buku, jurnal, dokumen dan lain-lain. Konsep knowledge management berusaha untuk memadukan dan mengkombinasikan pengetahun tersebut untuk meningkatkan daya saing.

Konsep tersebut memiliki ruang lingkup luas, meliputi teknologi informasi, dukungan dari pihak manajemen, budaya, strategi dan tujuan, struktur organisasi, motivasi dan manajemen sumber daya manusia. Untuk menerapkan konsep manajemen pengetahuan kita harus menganalisis kebutuhan dasar dari organisasi, pemetaan konsep dan sasaran, implementasi, dan menerima umpan balik. Anda bisa memulainya dengan melakukan tranining need assesment (TNA).

Strategi implementasi knowledge management dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu dari sudut eksternal dan internal. Dari sudut eksternal, Ornop harus mendorong pemerintah untuk melakukan pembinaan berkelanjutan, memfasilitasi pelaksanaan alihpengetahuan, memberikan fasilitas teknologi informasi, dan membantu organisasi basis dalam membangun jaringan.

Untuk urusan itu PPSW Pasoendan bisa memaksimalkan peran-peran Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa) dan jaringannya. Lembaga ini memiliki kekuatan memperngaruhi kebijakan publik pada tingkat lokal. PPSW Pasoendan tinggal membangun strategi kerja jaringan yang efektif sebab bukan rahasia umum lagi banyak organ jaringan yang sebenarnya bekerja seperti event organizer atau gerombolan.

Pendekatan internal adalah peran yang dilakukan dari organisasi basis itu sendiri. Mereka harus didorong untuk membangun jaringan antara organisasi yang bergerak di bidang sejenis (cluster), membangun budaya saling belajar, aktif dalam membina sumber daya manusia, memberikan dukungan kepemimpinan dan memanfaatkan teknologi informasi.

Pendekatan dari dua sisi secara simultan dan berkesinambungan akan meningkatkan penguasaan pengetahuan organisasi basis tersebut. Menurut Nonaka dan Takeuchi (Andarmosoko:2010), sebagian besar perusahaan Jepang memiliki keunggulan dan daya saing tinggi karena mereka memahami bahwa pengetahuan adalah kunci untuk meningkatkan inovasi. Karena itu, mau tidak mau organisasi basis pun harus mampu mengelola pengetahuan yang dimilikinya untuk melakukan perencanaan dan implementasi kerja mereka sehari-hari.

Salut untuk PPSW Pasoendan!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s