Korupsi Simpemdes, Polwil Panggil 11 Kades


Langkah maju diambil Kepolisian Wilayah (Polwil) Banyumas untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Sistem Manajemen Informasi Pemerintahan Desa (Simpemdes) Kabupaten Cilacap. Ada sebelas kepala desa (Kades) di Cilacap dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek senilai Rp 13,632 miliar.

Seperti yang diberitakan CilacapMedia, Kepala Subbagian Reskrim Kompol Syarif Rahman, (14/2) mengatakan telah memanggil sebelas kades sebagai saksi, namun tiga orang di antaranya mangkir, dengan alasan sibuk menghadiri rapat.

Kades yang diperiksa berasal dari Kecamatan Sampang, Kroya, dan Adipala. Tiga kades dari Sampang mangkir dengan alasan sibuk menghadiri rapat. Giliran pemeriksaan terhadap dua orang kades dari Adipala, para saksi dikawal oleh camat dan sekretaris camat (sekcam).

Lebih lanjut, Syarif mengatakan proses penyidikan bakal berlangsung lama. Sejak awal penyelidikan sudah menerima banyak batu sandungan. Guna menuntaskan kasus tipikor proyek Simpemdes, Polwil tidak akan memanggil semua kades yang ikut terlibat dengan proyek ini, tapi hanya akan mengambil sampel cukup tiga desa/kelurahan masing-masing kecamatan.

Proyek Simpemdes memang penuh teka-teki. Awalnya hampir semua kepala desa dan kelurahan menolak proyek Simpemdes dengan cara memotong sebagian dari Anggaran Dana Desa (ADD). Sebab dana bantuan dari pemerintah pusat untuk desa sudah dialokasikan penggunaannya oleh para kades dan masyarakat melalui Musresbang. Namun Pemkab tetap memaksakan kehendaknya sehingga kepala desa merevisi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang sudah ditandatangani oleh perwakilan warga.

Selain memeriksa para saksi, Reskrim Polwil Banyumas sudah mengantongi surat edaran Bupati Cilacap mengenai kewajiban desa untuk mensukseskan proyek simpemdes. Dari pemeriksaan, lanjut dia, para kepala desa menyatakan mereka mendapat pengarahan dari atasan tentang program komputerisasi yang menelan biaya Rp 48 juta per desa tersebut.

“Para saksi ini menyatakan, ada arahan dari atasan, dan keterangan ini sama dari semua kepala desa, artinya memang itu yang terjadi. Sejauh ini, keterangan saksi tersebut sudah menguatkan dan mengerucut kepada tersangka,” jelasnya.

Terkait kemungkinan munculnya intimidasi dari pihak-pihak tertentu, Polwil sudah mengambil langkah-langkah antisipasi guna melindungi para saksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s