Mereka yang Meregang Nyawa Demi Devisa


Kedatangan jenasah Siti Fatonah disambut dengan isak tangis
Kedatangan jenasah Siti Fatonah disambut dengan isak tangis

Mendung hitam hinggap di bumi Wijayakusuma di penghujung tahun 2008. Sederet peristiwa pilu menimpa Tenaga Kerja Indonesia asal Cilacap di luar negeri. Sejak Januari hingga Desember 2008, ada 5 orang meninggal dan 6 lainnya pulang dalam keadaan (TKI) luka parah akibat siksaan majikan dan kecelakaan kerja.

Data ini menunjukkan buruknya perlindungan pemerintah pada tenaga kerja. Dari beragam berita yang dipublikasikan oleh Jurnaliswarga Cilacap sebab kematian adalah kekerasan dan penganiayaan majikan. Radisem (28), TKI asal Jeruklegi disiksa majikannya hingga gagal ginjal. Radisem, warga Jalan Julangmas, RT 03/RW 02, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi pulang ke tanah air dalam kondisi sakit dan lumpuh. Keluarganya sempat membawa ke RSUD Cilacap tapi nyawa perempuan lajang ini tak bisa tertolong.

Selain Radisem, Mujiah (31), TKI asal Kedawung, Kroya, Cilacap, pulang dalam kondisi tak bernyawa saat bekerja di Singapura. Kasus tewasnya Mujiah masih simpang siur, apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau tewas akibat kekerasan majikannya.

Siti Fatonah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kembali menjadi korban kekerasan majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia. Nyawa wanita kelahiran Cilacap, 2 Juni 1980 itu, tewas di tangan majikan laki-lakinya. Peristiwa sadis ini, yang merenggut nyawa wanita malang kelahiran 28 tahun silam itu, terjadi pada Jumat (12/9) pagi di rumah majikannya di Puchong, Selangor.

Hal serupa menimpa, Suniati, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap, tengah berada di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Sumeisyi, Riyadh, Arab Saudi. Suniati mengalami trauma akibat perlakuan buruk yang menimpanya.

Buruknya nasib para TKI, tak sebanding sumbangan devisa yang mereka kirimkan. Transaksi pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lewat layanan Westers Union (WU) di Kantor Pos Cabang Cilacap hingga pertengahan September 2008 meningkat hingga 66 persen, bila Agustus sebesar Rp 8,55 miliar maka pada bulan September meningkat menjadi Rp 12, 87 miliar. Transaksi terbesar berasal dari para TKI di Malaysia dan Arab Saudia. Selain pengiriman uang, jasa paket juga ikut naik tajam. Kiriman paket meningkat 78,5 prosen dari 935 paket di bulan Agustus menjadi 1.169 buah pada September.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s