Lima Jurus Beralih ke Open Source


PERKEMBANGAN perangkat lunak berbasis sumber terbuka (Free Open Source Software) membuka mata dunia mengenai pentingnya gerakan memutus ketergantungan pada suatu perangkat lunak berbayar (propertary) yang dikembangkan perusahaan tertentu. Pemanfaatan perangkat lunak berbayar bukan sekadar persoalan ketergantungan teknologi semata, tapi telah menimbulkan tata transaksi yang bersifat monopoli yang menjadi ciri khas praktek ekploitatif dan antipemanusiaan. Kegelisahan atas kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan perangkat lunak sumber terbuka bukan sekadar jalan alternatif, tapi menjadi gerakan sosial memutus tata dunia yang tidak adil.

Kebiasaan menggunakan Open Source akan mempercepat migrasi
Kebiasaan menggunakan Open Source akan mempercepat migrasi

Bagaimana gerakan sosial dilakukan? Meninggalkan penggunaan perangkat lunak berbayar dan beralih pada penggunaan perangkat lunak sumber terbuka, dikenal dengan migrasi, adalah salah satu bukti nyatanya. Migrasi bukan sekadar permasalahan teknis semata, tetapi menyangkut perubahan kebiasaan, tata budaya, sosial, ekonomi, manajemen, dan cara berpikir masyarakat. Berikut ini adalah lima gagasan agar proses peralihan menuju perangkat lunak sumber terbuka dapat berjalan lancar.    

Jurus 1 Atasi Kendala Kebiasaan Pengguna

Peralihan menuju pemanfaatan perangkat lunak sumber terbuka mesti dipahami sebagai proses yang evolusioner. Umumnya para pegiat perangkat lunak sumber terbuka memperkenalkan aplikasi sumber terbuka melalui pendekatan radikal, misalnya langsung menawarkan peralihan penuh dari jalur berbayar (sistem operasi Windows) ke jalur sumber terbuka (sistem operasi Linux) pada pengguna awam. Perubahan yang tiba-tiba, tanpa sosialisasi yang memadai dan proses penyesuaian, justru berakibat kontraproduktif, bahkan berpotensi menimbulkan perlawanan dan antipati.

Pendekatan yang radikal banyak menimbulkan pelabelan negatif terhadap aplikasi perangkat lunak sumber terbuka, misalnya kesan aplikasi sumber terbuka itu sulit, kaku, tidak ramah terhadap pengguna, kompatibilitas terhadap perangkat keras rendah, kemampuan dan fungsionalnya buruk, serta ditambah tampilan yang kontras. Karena itu, aplikasi sumber terbuka seringkali dipandang sebelah mata.

Bila kita perhatikan secara saksama, tanpa pelabelan negatif pun sebenarnya pengguna awam memang sulit diharapkan dapat bersikap objektif dalam menilai aplikasi sumber terbuka. Kebiasaan menggunakan aplikasi berbayar menentukan cara pandang pengguna awam terhadap aplikasi sumber terbuka. Kondisi ini mesti dipahami sehingga perubahan yang bersifat drastis sebaiknya tidak dilakukan.

Pendekatan radikal mungkin cocok untuk pengguna dengan latar belakang teknik atau yang bekerja di bidang teknologi informasi. Bagi kalangan ini, beralih ke aplikasi sumber terbuka tidak menimbulkan banyak persoalan, bahkan dianggap sebagai tantangan. Tapi bagi pengguna awam, peralihan bisa menjadi masalah yang tidak sederhana. Karena itu, pemahaman atas kebiasaan pengguna penting diketahui sebelum dilakukan proses peralihan ke aplikasi sumber terbuka.

Jurus 2 Kembangkan Strategi Peralihan Kombinasi

Untuk mengubah kebiasaan yang telah membudaya perlu strategi peralihan yang bertahap dan menggunakan pendekatan yang tepat. Strategi ini dapat dilakukan lewat penggantian aplikasi-aplikasi berbayar dengan aplikasi sumber terbuka secara bertahap tanpa mengubah sistem operasinya. Strategi ini menyebabkan pengguna merasa nyaman dan tidak terganggu dengan perubahan sebab lingkungan kerjanya masih dikenali.

Peralihan bisa dimulai dari penggantian aplikasi yang paling tidak berpengaruh terhadap pekerjaan pengguna lalu merambah pada aplikasi yang paling penting. Atau sebaliknya, tergantung kesiapan dan kemampuan penyesuaian pengguna. Di sinilah, peran sosialisasi sangat penting, metode sosialisasi yang tepat bisa membangkitkan motivasi pengguna untuk segera mencoba aplikasi baru ini.

Hakikat dari strategi peralihan kombinasi adalah melakukan pembiasaan. Pembiasaan akan mempercepat proses pembelajaran pengguna lewat pengalaman merasakan langsung cita rasa aplikasi sumber terbuka. Saat ini, sebagian besar aplikasi sumber terbuka bisa berjalan di sistem operasi berbayar dengan penampilan dan cita rasa yang sepadan dengan aplikasi berbayar sehingga keengganan pengguna untuk beralih ke aplikasi sumber terbuka bisa terkurangi.

Peralihan penuh ke perangkat lunak sumber terbuka tinggal masalah waktu. Pengguna akan berpandangan bila fungsi dan tampilan aplikasi berbayar dan aplikasi sumber terbuka tidak ada bedanya mengapa menghambur-hamburkan uang untuk membeli perangkat lunak berbayar. Akhirnya, peralihan penuh ke perangkat lunak sumber terbuka tak perlu penyesuaian lagi.

Jurus 3 Yakinkan Aplikasi Sumber Terbuka Bukanlah Pengganti

Fungsi, kemampuan, tampilan, dan cita rasa yang sepadan dengan aplikasi berbayar, memang mampu menarik perhatian pengguna aplikasi berbayar untuk mencoba aplikasi sumber terbuka. Namun, strategi ini memiliki kelemahan, terutama dalam membangun cara pandang pengguna. Secara tidak sadar, setiap fungsi dan kegunaan aplikasi sumber terbuka akan selalu diperbandingkan dengan aplikasi berbayar yang selama ini digunakan oleh pengguna. Akibat aktivitas perbandingan ini, aplikasi sumber terbuka akhirnya diposisikan sebagai pengganti dari aplikasi berbayar.

Peran sosialisasi sangat penting untuk meluruskan pandangan semacam ini. Dalam kondisi seperti ini, pengguna akan kesulitan memahami kelebihan aplikasi sumber terbuka. Padahal, aplikasi sumber terbuka adalah produk yang sama sekali berbeda, sehingga sebenarnya tidak bisa diperbandingkan dengan produk aplikasi berbayar. Kemampuan menjadi pengganti bukanlah tujuan utamanya, tapi sebagai langkah cerdas agar pengguna tidak bergantung pada satu produk saja. Dengan kata lain, aplikasi sumber terbuka harus ditempatkan sebagai alternatif bukan pengganti, seperti bila kita menggunakan aplikasi pengolah angka, ada MS Excel, Lotus, dan Open Office Calc.

Para aktivis aplikasi sumber terbuka sebaiknya lebih menonjolkan kelebihan fungsi dan desain antar muka aplikasi sumber terbuka. Ambil contoh, aplikasi perkantoran Open Office misalnya, di antara para penggunanya, hanya sedikit yang menyadari kelebihan dari segi standar format dokumen standar terbuka (open document format – ISO). Kebanyakan calon pengguna justru lebih tertarik mempertanyakan apakah file aplikasi berbayar bisa dibuka oleh Open Office atau sebaliknya. Selain itu, mesti ada upaya untuk menekankan bahwa aplikasi sumber terbuka menawarkan pembebasan dari dominasi aplikasi berbayar.

Jurus 4 Promosikan Keuntungan dan Kemudahan bagi Pengguna

Lewat strategi peralihan kombinasi, pengguna tidak perlu mengeluarkan usaha ekstra, misalnya mempelajari sistem operasi yang baru. Lewat lingkungan sistem operasi yang tetap, pengguna hanya perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri. Bahkan, instalasi aplikasi bisa dilakukan sendiri oleh pengguna tanpa bantuan tenaga ahli sebab instalasi aplikasi sumber terbuka sangat mudah. Ibaratnya, tinggal klik-klik saja.

Keuntungan terbesar menggunakan aplikasi sumber terbuka adalah siapapun pengguna tidak lagi tergantung kepada perusahaan manapun. Bebas merdeka untuk memilih. Bagi perusahaan baru, aplikasi sumber terbuka bisa diperkenalkan bukan sebagai pengganti tapi menjadi aplikasi standar, termasuk dalam hal standar format dokumen. Dana investasi pembelian aplikasi bisa dialihkan untuk pengembangan sumberdaya manusia dan proses peralihan, seperti pelatihan dan proses instalasi.

Keuntungan lainnya, pada jangka panjang, pemanfaatan aplikasi sumber terbuka bagi perusahaan adalah tidak diperlukannya investasi ulang ketika terjadi perubahan platform, versi, dukungan, lisensi, dan skala aplikasi yang digunakan. Perusahaan juga tidak perlu takut akan disandera oleh pengembang aplikasi yang nakal karena pada dasarnya aplikasi sumber terbuka bisa digunakan secara cuma-cuma (gratis), bahkan karena kode sumbernya terbuka, maka bisa dikembangkan oleh siapa saja.

Jurus 5 Maksimalkan Peran Pimpinan Lembaga dalam Peralihan

Pemanfaatan aplikasi sumber terbuka pada lingkungan perusahaan atau instansi perlu memaksimalkan peran pimpinan.  Pimpinan dapat diajak untuk menentukan kebijakan yang dapat mendorong dan memotivasi para pengguna, misalnya dengan menetapkan format dokumen standar atau memberikan insentif seperti pelatihan yang diperhitungkan sebagai kredit poin prestasi karyawan.

Pimpinan biasanya tertarik menerapkan aplikasi sumber terbuka karena ingin mengurangi investasi. Sepucuk surat peringatan dari BSA atau berita tentang razia aplikasi ilegal oleh kepolisian, memaksa pimpinan melakukan evaluasi pilihan investasi aplikasinya. Harga sistem operasi memang terjangkau, tapi tidak untuk berbagai macam jenis aplikasi. Padahal aplikasi ini justru lebih dibutuhkan sebagai penunjang produktivitas kerja.

Harga aplikasi perkantoran, manipulasi grafis, antivirus, dan sebagainya jauh lebih mahal dibanding sistem operasi. Apabila harus dikali sekian banyak komputer, investasi yang dibutuhkan tentu sangat besar. Diskon baru diberikan bila pembelian dilakukan dalam jumlah sangat besar, biasanya di atas 100 unit. Artinya, diskon sangat sulit diperoleh dan tidak lazim bagi pengguna biasa. Setidaknya peralihan ke aplikasi sumber terbuka bisa menyelamatkan dari tuntutan hukum.

Selain itu, aplikasi berbayar menuntut penyesuaian spesifikasi perangkat keras setiap kali ada perubahan, seperti perubahan versi dan upgrade. Akibatnya, perusahaan melakukan investasi ulang yang tidak sedikit. Perubahan terpaksa harus diikuti karena perusahaan aplikasi berbayar tidak melanjutkan dukungan untuk versi lama. Sebaliknya, aplikasi sumber terbuka memiliki daya kompabilitas yang baik dengan dukungan komunitas yang luas dalam jangka panjang, sehingga bisa dijalankan pada platform sistem operasi dan spesifikasi perangkat keras tipe lama. Kelebihan ini sangat menarik bagi pimpinan perusahaan karena memberi pilihan dan peluang optimalisasi aset yang ada, dapat memperpanjang umur investasi yang dengan sendirinya merupakan penghematan.

Yossy Suparyo, Jurnalis Warga Pengguna BlankOn 3 (Lontara)

  • Tak Berkategori

One thought on “Lima Jurus Beralih ke Open Source

  1. Kang Yosi,

    Jurus-jurusmu sungguh ampuh untuk merubah habit pengguna yang sudah tertanam sejak awal mereka menggunakan komputer.

    Saya sepakat dengan tulisan sampeyan, bahwa perangkat lunak bebas sumber kode terbuka bukan sebagai pengganti atau pada level kedua. Masing-masing memang mempunyai wilayah dan idealisme yang berbeda. Masing-masing mempunyai kelemahan dan manfaat yang berbeda. Tinggal bagaimana keputusan yang cerdas, mandiri dan sesuai dengan lisensi yang melekat.

    Dibutuhkan perjuangan besar dan berkelanjutan untuk meluruskan pandangan tentang penggunaan perangkat lunak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s