Bahtsul Masa’il Waqi’yyah APBD dan Kemiskinan di Cilacap


Dokumen ini adalah rangkuman Bahtsul Masa’il Waqi’yyah APBD dan Kemiskinan di Cilacap yang dilakukan oleh PC LAKPESDAM NU – PCNU KABUPATEN CILACAP pada tanggal 2 Juli 2008 di Gedung PCNU Cilacap, Jl. Raya Kalisabuk Cilacap. Berikut hasilnya:

I. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

A. Pertanyaan dan Jawaban :

Pertanyaan : Apa hukum menerima Bantuan Langsung Tunai bagi orang yang mampu (kaya/sejahtera) di saat masih banyak orang miskin yang tidak menerima bantuan itu?

Jawaban : Menerima BLT bagi orang kaya termasuk perbuatan dzalim karena termasuk mengambil harta dengan cara yang bathil, oleh karenanya dana yang diterima merupakan dana yang haram.

B. Uraian Jawaban :

Orang kaya menerima dan memanfaatkan BLT dikategorikan mengambil harta yang bukan haknya. Perbuatan tersebut dikategorikan ghasab dan termasuk perbuatan dosa besar.

» بجيرمي على الخطيب ج 3 ص 138 :

(قوله ولا تأكلوا أموالكم) هو من باب الكلية أي لا يأكل واحد منكم مال غيره – إلى أن قال – (قوله بالباطل) أي بغير حق

» إعانة الطالبين ج 3 ص 136 :

والمعتمد أنه كبيرة مطلقا وقيل كبيرة إن كان المغصوب مالا بلغ نصاب سرقة وإلا فصغيرة كالإختصاص ونحوه – إلى أن قال – (قوله استيلاء على حق غير) استيلاء مصدر استولى يقال استولى على كذا إذا صار في يده قال البجيرمي والمراد به ما يشمل منع الغير من حقه وإن لم يستول عليه بدليل قوله كإقامة من قعد بمسجد فهو استيلاء حكما اهـ

» إحياء ج 2 ص 147 :

مسئلة : إذا وقع – إلى أن قال – خير للمالك

II. Penyusunan APBD yang Kurang Melibatkan Masyarakat

A. Pertanyaan dan Jawaban :

1. Pertanyaan : Bagaimana hukum APBD yang penyusunannya kurang melibatkan masyarakat?

Jawaban : APBD yang penyusunannya kurang melibatkan masyarakat sehingga menghasilkan kebijakan yang tidak memberi kemaslahatan serta menimbulkan gejolak di masyarakat hukumnya haram karena termasuk perbuatan dzalim dan oleh karenanya kebijakan tersebut tidak sah.

2. Pertanyaan : Apa hukum keterlibatan masyarakat dalam penyusunan anggaran?

Jawaban : Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan APBD hukumnya “fardlu kifayah”. Masyarakat yang terlibat dalam penyusunan APBD dan memperjuangkan tercapainya kemaslahatan rakyat lebih utama daripada masyarakat yang tidak terlibat dalam penyusunan APBD maupun masyarakat yang terlibat tetapi tidak memperjuangkan tercapainya kemaslahatan rakyat.

B. Uraian Jawaban :

Sebagai pengemban amanat rakyat, pemerintah harus selalu mengedepankan prinsip keadilan dan menjunjung tinggi kemaslahatan rakyat sehingga dalam konteks penyusunan APBD pemerintah berkewajiban melibatkan masyarakat sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan rakyat tersebut. Selaku pengemban amanat rakyat, pemerintah kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT atas kepemimpinannya terutama terkait hak-hak rakyat.

Siapapun yang diberi amanat untuk memimpin rakyat kemudian ia mati dalam keadaan mengkhianati rakyatnya maka diharamkan surga baginya. Ancaman ini merupakan ancaman yang serius dan sangat keras. Seorang ulama, Ibn Bathâl mengomentari hadits ini dengan bahasa yang rasional: Barang siapa menyia-nyiakan, menganiaya maupun mengkhianati masyarakat yang dipimpinnya maka ia akan dituntut atas penganiayaan mereka pada hari kiamat. Mampukah seseorang lepas dari tuntutan orang lain dalam jumlah yang sangat banyak (ribuan atau bahkan jutaan) akibat peganiayaan terhadap mereka?

» صحيح البخاري ج 6 ص 2614 :

حدثنا إسحاق بن منصور أخبرنا حسين الجعفي قال زائدة ذكره عن هشام عن الحسن قال أتينا معقل بن يسار نعوده فدخل علينا عبيد الله فقال له معقل أحدثك حديثا سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال ما من وال يلي رعية من المسلمين فيموت وهو غاش لهم إلا حرم الله عليه الجنة

» فتح الباري ج 13 ص 127- 128 :

حرم الله عليه الجنة – إلى أن قال – وقال بن بطال هذا وعيد شديد على أئمة الجور فمن ضيع من استرعاه الله أو خانهم أو ظلمهم فقد توجه إليه الطلب بمظالم العباد يوم القيامة فكيف يقدر على التحلل من ظلم أمة عظيمة ومعنى حرم الله عليه الجنة أي أنفذ الله عليه الوعيد ولم يرض عنه المظلومين

Pemerintah dalam menentukan kebijakan belum dianggap cukup hanya dengan acuan kemaslahatan tertentu ketika pada hakekatnya pemerintah mampu membuat kebijakan yang lebih maslahat. Dalam hal ini APBD yang penyusunannya kurang melibatkan masyarakat realitasnya menghasilkan kebijakan yang kurang memberi kemaslahatan sehingga keterlibatan masyarakat secara lebih nyata harus diupayakan dalam setiap penyusunan APBD. Kurangnya kemaslahatan ini dibuktikan dengan masih ditemukannya pemborosan anggaran (idlâ’atu al-mâl bi ghairi fâidatin) dan masih banyaknya persoalan masyarakat semisal kemiskinan yang belum tertangani.

» قواعد الأحكام في مصالح الأنام ج 2 ص 75 – 76 :

يتصرف الولاة ونوابهم بما ذكرنا من التصرفات بما هو الاصلح للمولى عليه درأ للضرر والفساد وجلبا للنفع والرشاد ولا يقتصر أحدهم على الصلاح مع القدرة على الأصلح إلا أن يؤدي إلى مشقة شديدة ولا يتخيرون في التصرف حسب تخيرهم في حقوق أنفسهم – إلى أن قال – وكل تصرف جر فسادا أو دفع صلاحا فهو منهى عنه كإضاعة المال بغير فائدة

Dalam hal mengetahui kemaslahatan rakyat, pemerintah harus melibatkan masyarakat karena masyarakat sendiri yang mengetahui kemaslahatan mereka. Dan ketika masyarakat diberi kesempatan untuk terlibat maka keterlibatan masyarakat dalam penyusunan APBD hukumnya fardlu kifayah karena termasuk bagian amar ma’ruf nahi munkar yang berupa usaha menciptakan kemaslahatan hidup dan menciptakan tatanan kehidupan yang baik bagi umat manusia. Oleh karena itu apabila tidak ada masyarakat yang terlibat sehingga APBD tidak berpihak kepada masyarakat maka masyarakat juga ikut menanggung beban dosa ini.

» فتح الباري ج 13 ص 169 :

(أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال حين أذن لهم المسلمون في عتق سبي هوازن إني لا أدري من أذن فيكم ممن لم يأذن فارجعوا حتى يرفع إلينا عرفاؤكم أمركم فرجع الناس فكلمهم عرفاؤهم فرجعوا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فأخبروه أن الناس قد طيبوا وأذنوا) قال بن بطال في الحديث مشروعية إقامة العرفاء لأن الإمام لا يمكنه أن يباشر جميع الأمور بنفسه فيحتاج إلى إقامة من يعاونه ليكفيه ما يقيمه فيه

» روضة الطالبين ج 10 ص 221 – 225:

ومنها ما يتعلق بمصالح المعايش وانتظام أمور الناس كدفع الضرر عن المسلمين وإزالة فاقتهم كستر العورة وإطعام الجائعين وإغاثة المستغيثين فى النائبات – إلى أن قال – فرع : إذا تعطل فرض كفاية أثم كل من علم به وقدر على من لم يعلم وكان قريبا من الموضع يليق به البحث والمراقبة قال الإمام ويختلف هذا بكبر البلد وصغره وقد يبلغ التعطل مبلغا ينتهي خبره إلى سائر البلاد فيجب عليهم السعي في التدارك وفي الصورة دليل على أنه لا يجوز الإعراض والإهمال ويجب البحث والمراقبة على ما يليق الحال

  • Tak Berkategori

4 thoughts on “Bahtsul Masa’il Waqi’yyah APBD dan Kemiskinan di Cilacap

  1. temen-temen sudah berusaha keras merasionalkan apa yang sampaian upload di atas, para ulama kita juga mulai mau memahami arti penting sebuah halaqah APBD, tapi bagaimana respon yang diterima jam’iyyah? tetap saja masih minus…, masih perlu waktu tenaga dan pikiran dalam gerakan demi gerakan. hepi nyu yer 2009; cheers!

  2. #Tulisan yg bagus. Tapi penuh dg pertanyaan yg mendasar..

    >Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan APBD fardu kifayah…
    >Oleh karena itu apabila tidak ada masyarakat yang terlibat sehingga APBD tidak berpihak kepada masyarakat maka masyarakat juga ikut menanggung beban dosa ini.

    ?Masyarakat yg mana yah–yg dimaksud..

    ?Bukan-kah anggota DPR merupakan perwakilan dari rakyat.. yg ditugaskan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Termasuk didalamnya membahas APBD.

  3. # Kang Nawar
    Permasalahan dengan Jami’ah NU cukup rumit.
    Pertama, Jami’ah NU telah begitu lama hidup dalam kondisi keterbelakangan, kemiskinan, dan keterpurukan akses pelayanan hak dasar warga. Kondisi ini menciptakan budaya bisu (silence culture), mengutip Freire, sehingga hanya untuk berpendapat saya susah, apalagi menunut sesuatu. Di sinilah saya kira Kang Nawar yang menjadi salah satu pimpinan di organisasi perlu memasifkan pendidikan kewarganegaraan dengan metode yang kritis. Saya melihat secara organisasi Kang Nawar cukup kerepotan, saya tidak paham masalahnya, apakah kegiatan itu tidak menjadi program kerja atau ada keterbatasan lain.
    Kedua, Jami’ah acapkali dimobilisasi untuk kepentingan-kepentingan elit NU. Saya tidak anti politik, tetapi mobilisasi politik jelas tindakan pembodohan, terlebih zonder pendidikan politik. Saya menduga banyaknya konflik dan sulitnya kerjasama di antara organisasi politik dan sosial yang dibidani organisasi ini hanyalah dampak, sumber utamanya adalah buruknya pendidikan dan kesadaran berpolitik jamiah (terutama pemimpinnya).
    Ketiga, upaya untuk mendorong agama sebagai kekuatan perubahan sosial perlu dimaksimalkan. Sebagai kekuatan perubahan sosial, agama perlu ditempatkan sebagai energi untuk menyusun agenda-agenda perubahan untuk memakmurkan semua orang sebab kita mengenal konsep rahmatan lil ‘alamin. Jadi, jangan sampai terjebak dalam gerakan yang eksklusif (tertutup) dan sekterian.

    # Kang Jay
    Angggaran merupakan salah satu representasi dari aktivitas pembangunan yang akan dilaksanakan oleh suatu daerah. Secara matematis kita bisa melihat arah pembangunan suatu daerah dari susunan APBD yang mereka buat. Tingkat kesahihan analisisnya bisa mencapai 98% jadi kemungkinan salahnya (error) hanya 0,02%. Mengapa bisa begitu?
    Pertama, Berdasarkan Kepmendagri keterlibatan warga adalah syarat sah atau tidaknya APBD. Warga harus dilibatkan dalam setiap tahapan penyusunan APBD, baik di Musrenbangdes, musrenbangcam, dan musrenbangkab. Sayang selama ini warga yang dilibatkan hanyalah orang yang menurut pada penguasa, dan biasanya orang yang seperti ini adalah BODOH dan tidak memiliki kemampuan analisis masalah yang baik. Maka, apabila NU memiliki komitmen untuk mengawal kepentingan umat maka partisipasi dalam proses APBD adalah wajib.
    Kedua, Tanpa pengawalan warga yang terdidik, APBD banyak menjadi alat eksploitasi pada warga dan pos paling subur terciptanya korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan secara kolektif. Di Cilacap 38% PAD berasal dari sektor kesehatan dan 12% dari sektor industri. Apabila slogan Pemkab adalah proinvestasi maka yang terjadi adalah eksploitasi pada warga miskin. Mengapa bisa demikian? Pendapatan dari Sektor kesehatan berasal dari biaya orang berobat ke puskesmas dan puskesmas pembantu. Siapa pengguna puskesmas atau puskesmas pembantu? Pasti bukan orang kaya, mereka adalah orang desa yang miskin dan sakit. Orang miskin dan sakit ini menyumbang PAD terbesar di Cilacap melebihi para pebisnis industri yang dimanjakan oleh Pemkab. Dari penjelasan itu terlihat Pemkab Cilacap adalah pemerintahan dzolim yang menegakkan roda pemerintahan dan pembangunan di atas pondasi orang miskin dan sakit.
    Ketiga, bagaimana dengan DPR atau DPRD? Secara prosedural mereka adalah wakil-wakil rakyat, secara substansial merekalah yang menciptakan sistem yang menindas rakyat. DPRD tetap menjadi bagian penting dalam penyusunan APBD oleh karena itu merekalah yang sebenarnya dan semestinya memperjuangkan anggaran yang berpihak pada rakyat miskin. Tapi apakah pengetahuan dan kesadaran ini telah DPRD miliki? Saya jawab TIDAK! DPRD sibuk dengan perebutan tender untuk menjamin kelangsungan organisasi politik mereka, amannya posisi mereka, dan rakyat hanya digunakan saat Pemilu. Menurut saya, DPRD juga perlu kita kritisi termasuk kita pertanyakan peran-perannya.

    terimakasih atas komentarnya. Saya akan membalas kunjungan Anda sebagai bentuk penghormatan dan ketulusan saya menjalin persahabatan dan kekeluargaan. Amin

  4. Tulisan ini umurnya hampir 7 tahun, tapi saya kira masih relevan untuk bahan diskusi dan pencerahan, terkait relasi kehidupan duniawi dan akherat. Saya tertarik untuk mengangkat kembali kajian-kajian Islam dalam kehidupan keseharian. Menurut saya kini sudah saatnya, peran religius dan moralitas bangsa dikedepankan ditengah-tengah kehidupan yang makin hedonis, individualis, materialistis dsb..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s