Yogyakarta Siap Migrasi ke Open Source


YOGYAKARTA menyatakan siap migrasi menggunakan perangkat lunak sumber terbuka (open source). Proses migrasi ini akan didukung oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) yang terdiri dari elemen perguruan tinggi, pegiat linux, dan lembaga pengembang perangkat lunak sumber terbuka. Sejauh ini, Tim Migrasi telah melakukan kegiatan persiapan, seperti sosialisasi, pendataan awal, dan persiapan desk bantuan (helpdesk).

Demikian dikatakan Imron Fauzi, aktivis Yayasan Air Putih (YAP) Jakarta, dalam rapat koordinasi tim migrasi di kantor Combine Resource Institution (CRI) Yogyakarta (12/11/2008). Menurutnya, Provinsi Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang menyatakan siap migrasi ke open source, selain Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Untuk operasional kegiatan tersebut, kata Imron, Tim Migrasi DIY telah terbentuk terdiri dari CRI, Pemberdayaan Open Source Software Universitas Gajah Mada (POSS-UGM), dan Kelompok Penggerak Linuk Indonesia (KPLI) Yogyakarta.“Gubernur Yogyakarta meminta Kementerian Ristek untuk memfasilitasi proses migrasi perangkat lunak yang digunakan di seluruh instansi pemerintah sebagai bentuk penghematan anggaran dan dukungan pada penggunaan perangkat lunak legal,” ujar Imron.

Tahap pertama migrasi, hingga bulan April 2008, Tim akan melakukan migrasi pada 5 prosen komputer yang digunakan di Kantor Provinsi Yogyakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Gunung Kidul. Tim akan mendukung proses migrasi dengan melakukan pelatihan, instalasi jaringan, dan pendampingan selama tiga bulan.

“Sebagian tenaga teknis yang menangani alat-alat komputer di pemerintah belum mendalami seluk-beluk open source sehingga setelah mendapatkan dukungan dan pendampingan mereka akan mahir menangani permasalahan-permasalahan yang terkait dengan sistem ini,” ungkap Mardhani dari POSS UGM yang menjadi tim sosialiasi migrasi ini.

Informasi yang diperoleh dari Tim Migrasi, perangkat lunak yang akan digunakan adalah BlankOn, suatu perangkat lunak yang dikembangkan oleh para ahli komputer Indonesia yang diedarkan secara gratisan. BlankOn didistribusikan secara cuma-cuma oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai buah karya anak negeri.

“BlankOn memiliki dukungan komunitas, helpdesk, dan repositori yang baik. Perangkat lunak ini juga dikenal memiliki kompatibilitas dengan berbagai perangkat keras yang beredar di pasaran. Tapi yang penting bukan BlankOn-nya tapi pemerintah bisa menggunakan perangkat lunak yang handal sehingga pelayanan publik akan lebih maksimal,” ungkap Akhmad Nasir, Direktur CRI Yogyakarta.

Selain memigrasikan komputer di lingkungan pemerintah, Tim Migrasi akan berkantor di Jalan Ngadisuryan 26 ini, juga akan membantu migrasi komputer di unit usaha kecil, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan usaha ini diharapkan akan menimimalkan penggunaan perangkat lunak bajakan. Perlahan tapi pasti, Yogyakarta bisa menjadi cermin pengembangan perangkat lunak dalam negeri bagi daerah lain.

  • Tak Berkategori

2 thoughts on “Yogyakarta Siap Migrasi ke Open Source

  1. berita bagus kebetulan thesis saya tentang analisis migrasi opensource pada instansi pemerintah. dan saya membutuhkan instansi mana saja ya yang sudah melakukan migrasi.. mohon bantuannya

    terimakasih sebelumnya

  2. migrasi tengah sudah pada taraf assesment, lembaga-lembaga yang akan migrasi masih menunggu SK Gubernur DI Yogyakarta. Tetapi Gubernur telah menandatangani surat permintaan migrasi pada Kementerian Riset dan Teknologi, tim pendukung migrasi tengah menunggu kelengkapan administrasi. Kantor Tim Migrasi Open Source Yogyakarta ada di Combine Jl. Ngadisuryan 26 Yogyakarta. Bisa menghubungi saya di 081227269745

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s