Siaga Satu Segara Anakan


Wartati (tengah) Pegiat Radio Gema Nusa dalam AMARC Asia PAsifik
Wartati (tengah) Pegiat Radio Gema Nusa dalam Workshop Manajemen Bencana AMARC Asia Pasifik

Laguna Segara Anakan menyimpan sejumlah keunikan. Tempat ini memiliki kawasan mangrove yang masih tersisa di Jawa. Kawasan mangrove di Segara Anakan adalah kawasan terluas di wilayah paling padat penduduk di Indonesia.

Menurut Wartati, Pegiat Radio Gema Nusa FM, kawasan mangrove itu mendukung kehidupan minimal 85 jenis burung, termasuk 160 – 180 bangau bluwok (Mycteria cinerea) dan 25 bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) – keduanya tercatat sebagai burung terancam punah. Kehidupan burung air dapat menjadi indikator kehidupan hayati Segara Anakan.Sayangnya, kawasan Segara Anakan dari tahun ke tahun terus mendapat tekanan. Penebangan kawasan hutan mangrove terbukti menyebabkan luas hutan Segara Anakan terus menyusut. Dari 21.000 ha saat ini diperkirakan tinggal 6800 ha saja. Penyusutan hutan akan berdampak pada kehidupan dan populasi ikan, udang, dan biota laut lainnya.

Lebih lanjut Wartati mengatakan pendangkalan terjadi akbiat lumpur yang terbawa Sungai Citanduy dan beberapa sungai yang bermuara di situ. Pada 1970 luas Segara Anakan masih 4580 ha, tapi pada 1995 luasnya tinggal 1695 ha.  Penumpukan sedimen Citanduy dan beberapa sungai lain selama bertahun-tahun mendangkalkan dan menyempitkan perairan Segara Anakan yang merupakan habitat ikan, udang, kerang totok, kepiting dan biota lainnya.

Perairan Segara Anakan yang merupakan pertemuan muara Sungai Citanduy, Cimeneng, Cibeureum, Cikonde, dan beberapa sungai lainnya telah berubah akibat pendangkalan oleh lumpur Sungai Citanduy yang setiap tahunnya menyumbang 740.000 meter kubik lumpur dari total sedimen 1 juta meter kubik per tahun yang dibawa masuk sungai-sungai lain.

Kini Radio Gema Nusa tengah mempromosikan peralihan dari nelayan tangkap ke nelayan budi daya. “Penyempitan segara anakan menyebabkan nelayan mesti beralih ke nelayan budi daya atau bertani,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s