Sentra Usaha Jamu Cilacap Siaga Satu


KROYA. Sentra usaha jamu di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap terancam gulung tikar. Kasus 32 produk jamu Cilacap yang diduga mengandung bahan kimia obat (BKO) tahun 2001, yang berhenti penyidikannya akan dibuka kembali dan dilakukan penyidikan ulang.

Pengrajin Jamu berunjukrasa
Pengrajin Jamu berunjukrasa

Kepala Kepolisian Wilayah Banyumas, Bay Salamuddin, sebagaimana dikutip dari kedaulatan rakyat (27/11) telah memerintahkan Kepolisian Resort Cilacap untuk melakukan penyidikan ulang. Kasus ini muncul setelah Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) tahun 2001 menemukan 32 produk jamu yang diduga bermasalah sehigga mengeluarkan Public Warning KB POM nomor 11.066.2001 tertanggal 26 Nopember 2001 yang berisi 32 produk jamu yang membahayakan konsumen.

Dari 32 produk jamu tersebut, lima di antaranya diproduksi oleh perusahaan yang dimiliki oleh Bupati Cilacap, Probo Yulastoro. Dalam publik warning tersebut, Balai POM juga menginstruksikan agar jamu tersebut dimusnahkan dan membatalkan nomor registrasi karena bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Setelah tujuh tahun berjalan, hingga kini belum ada tindak lanjut atas public warning dari pihak kepolisian. Para warga berpendapat lambatnya tindakan polisi terkait dengan posisi Probo Yulastoro sebagai orang nomor satu di Kabupaten Cilacap. Pembukaan kembali kasus jamu untuk dilakukan penyidikan ulang menurut Bay Salamuddin, membuktikan kepolisian serius bekerja. Tindakan ini juga menepis  penilaian dari warga yang menyatakan posisi seseorang menjadikannya kebal hukum. Siapapun yang melakukan pelanggaran harus ada sanksi hukumnya.

Tina, warga Gentasari yang bekerja sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purwokerto, menyetujui tindakan polisi untuk menindaklanjuti proses hukum. Tapi, sebaiknya polisi mengambil langkah nyata dan tidak perlu berkoar-koar di media. Menurut Tina, tindakan tersebut murni permasalahan hukum, yaitu ada pengusaha yang memproduksi jamu dengan kandungan bahan berbahaya.

“Silakan polisi cepat ambil tindakan hukum, tapi tak perlu berkoar-koar. Tindakan itu bisa menimbulkan citra buruk bagi produk lainnya yang bermutu,” ujar alumnus D4 kesehatan di sebuah PTN di Semarang ini.

Tina menambahkan akibat tindakan pengusaha jamu yang nakal, banyak pengrajin jamu lainnya terkena dampaknya. Usaha pemasaran jamu yang dikelola oleh keluarganya hampir bangkrut karena konsumen terpengaruh dengan pemberitaan di media massa. Ibaratnya, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Kini, tradisi dan pondasi usaha jamu tradisional warga Desa Gentasari dihancurkan oleh segelintir orang yang ingin mengeruk kekayaan secara cepat.

  • Tak Berkategori

6 thoughts on “Sentra Usaha Jamu Cilacap Siaga Satu

  1. Saya kira pelaku penggunaan bahan daftar G (berbahaya) mesti kita pilah, antara yang bodoh (tidak tahu) dan yang pintar (sengaja). Probo jelas bukan orang bodoh titel aja MM, jadi 5 Merk miliknya yang masuk daftar G jelas dilakukan dengan sengaja. Saya cuma heran kenapa polisi kita kaya ayam lehor, lemes kalau menghadapi pejabat dan uang.

      1. Mau nanya pak.. pengrajin / sentra jamu cilacap dimana ya tepat nya..?
        Terutama produsen tam
        Mohon infonya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s