Empat Alasan Ajarkan Open Source


Mahasiswa tengah melaksanakan praktikum sistem operasi Ubuntu 7.10
Mahasiswa tengah melaksanakan praktikum sistem operasi Ubuntu 7.10

Semester ini saya memfasilitasi mahasiswa di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, UIN Yogyakarta, untuk belajar open source. Sebagian besar mahasiswa sebenarnya pernah mendengar istilah open source, tapi belum ada mata kuliah yang memungkinkan penjelasan yang detail. Saya menggunakan distro Ubuntu 7.10 karena spesifikasi hardware tidak memungkinkan untuk instalasi sistem operasi yang terbaru. Pertanyaannya, mengapa open source perlu di pelajari di bangku perkuliahan (baca: sekolah)?

Pertama, perangkat lunak bebas biaya dapat menghemat biaya untuk sekolah. Ingat, walaupun di negara-negara yang paling kaya, sekolah-sekolah selalu kekurangan dana. Aplikasi open source memberikan kepada sekolah, seperti pemakai lain, kebebasan untuk meniru dan mendistribusikan kembali perangkat lunak, agar sekolah dapat memakai aplikasi ini di semua komputer yang mereka miliki. Di negara-negara berkekurangan, open source dapat membantu orang memasuki dunia digital.

Kedua, sekolah-sekolah seharusnya mengajar murid cara hidup yang akan menguntungkan masyarakat secara menyeluruh. Mereka seharusnya mempromosikan pemakaian perangkat lunak open source sebagaimana mereka mempromosikan pendauran ulang sampah. Apabila sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi open source kepada murid, maka murid akan menggunakan aplikasi open source setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi korporat raksasa. Perusahaan-perusahaan ini memberikan sampel gratis kepada sekolah dengan alasan yang sama dengan perusahaan rokok yang mendistribusikan rokok gratis: untuk membuat anak-anak kecanduan. Mereka tidak akan memberikan diskon lagi kepada murid – murid tersebut setelah mereka dewasa dan lulus sekolah.

Ketiga, Perangkat lunak open source memungkinkan pemakai untuk belajar cara kerja perangkat lunak. Saat murid-murid mencapai usia remaja, sebagian dari mereka ingin belajar semua yang ada di dalam komputer dan aplikasi yang mereka gunakan. Ini adalah usia di mana murid yang akan menjadi programmer handal belajar. Untuk belajar menulis coding dengan baik, murid -murid perlu membaca banyak coding dan menulis banyak coding. Mereka perlu mengerti program sebenarnya yang dipakai orang. Mereka akan sangat tertarik membaca source code yang mengoperasikan program yang mereka gunakan setiap hari. Aplikasi komersiil mencegah murid – murid yang haus ilmu dengan mengatakan “ilmu yang anda inginkan adalah rahasia–tidak boleh dipelajari!” Perangkat lunak open source mendorong semua orang untuk belajar. Komunitas open source menolak filosofi “penginjilan teknologi” yang menyebabkan publik tidak tahu cara kerja teknologi; kami mendorong murid-murid segala umur dan di segala situasi untuk membaca source code dan belajar sebanyak yang mereka inginkan. Sekolah-sekolah yang menggunakan aplikasi open source memungkinkan murid-murid berbakat programming untuk melakangkah lebih jauh.

Keempat,untuk memakai aplikasi open source adalah kita memiliki ekspektasi bahwa sekolah seharusnya mengajarkan fakta-fakta dasar kepada murid, ilmu-ilmu yang berguna, akan tetapi tugas mereka tidak berhenti di situ. Misi paling fundamental milik semua sekolah adalah mengajarkan muridnya cara menjadi penduduk dan tetangga yang baik–untuk bekerja sama dengan orang lain yang membutuhkan bantuan. Di zaman komputer, hal ini berarti mengajarkan mereka untuk berbagi perangkat lunak. Terutama di sekolah dasar, seharusnya mereka mengatakan kepada murid-muridnya “apabila anda membawa sebuah aplikasi ke sekolah, anda harus membagikannya kepada anak-anak lain.” Tentunya, sekolah harus mempraktekkan apa yang diajarkan: semua aplikasi yang dipakai di sekolah harus tersedia kepada murid untuk dipakai, dibawa pulang dan dibagikan ke orang lain.

Mengajarkan murid-murid untuk memakai aplikasi open source dan berpartisipasi di komunitas open source adalah pelajaran yang harus dipraktekkan. Semua tingkat edukasi seharusnya menggunakan aplikasi gratis.

  • Tak Berkategori

2 thoughts on “Empat Alasan Ajarkan Open Source

  1. Saya pernah tanya sama dosen pak, kenapa seluruh komputer di kampus (D3 TI) mesti pake Windows semua (katanya sih, ori), nggak pake Linux. Dia bilang “Nanti kamu kerja ya pasti pake Windows itu”

    Semisalnya bapak mendengar komentar seperti itu, gimana tanggapan bapak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s