Arsip untuk ‘teknologi desa’ Kategori

Peran Radio Komunitas dalam Pengurangan Risiko Bencana Sangat Penting

Keberadaan radio komunitas dalam usaha pengurangan risiko bencana sangat penting, demikian kata Prof. Ir. Sarwidi, Komisi Pengarah Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam Lokakarya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat Melalui Radio Komunitas di Radio Komunitas Lintas Merapi, Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten (4/8/2009). Di setiap tahap penanggulangan bencana, seperti sebelum bencana, saat bencana, dan setelah bencana radio Komunitas mampu berperan. Baca selebihnya »

Kusir Angkringan, Kawinkan Teknologi Radio dan Internet

Sejak 2000, warga Desa Timbulharjo memiliki sebuah media komunitas, namanya Buletin Angkringan. Kata Angkringan diambil dari nama warung makan kaki lima yang banyak berdiri di Yogyakarta sejak tahun 90-an. Angkringan bukan sekedar tempat makan dan minum, melainkan sebuah media yang bisa mereka manfaatkan untuk berdialog, bertukar informasi dan mengekspresikan diri dengan semangat kesetaraan. Baca selebihnya »

Sabily Siap Dukung Saluran Informasi Pesantren

Sabily adalah sebuah sistem operasi sumber terbuka untuk mengoperasikan komputer. Sabily seperti MS Windows ataupun Mac OS, tanpa sebuah sistem operasi, komputer tidak akan dapat digunakan. Sistem operasi Sabily juga dilengkapi dengan pelbagai perangkat lunak aplikasi yang Anda butuhkan untuk keperluan sehari-hari, khusus untuk kaum Muslim. Baca selebihnya »

PTK Cilacap Siap Kembangkan Pewarta Warga

Pewarta warga (citizen journalism) merupakan konsep pewartaan yang memanfaatkan warga bisa sebagai pengirim sekaligus sumber berita. Keunggulan konsep ini adalah berita atas peristiwa bisa dihadirkan secara cepat ke publik, tanpa repot-repot menunggu pewarta profesional melakukan liputan. Akibatnya, kecepatan menyiarkan peristiwa tidak lagi monopoli wartawan profesional, tetapi diambil alih warga biasa.

Pewarta Warga Sedang Mengunggah Berita di PTK Mahnetik Cilacap

Pewarta Warga Sedang Mengunggah Berita di PTK Mahnetik Cilacap

Di Indonesia, terjangan tsunami Aceh direkam oleh seorang penduduk menggunakan kamera genggam. Stasiun televisi swasta, Metro TV, menayangkannya berulang-ulang. Saat pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya, 4 Maret 2006, Kompas memuat foto utama yang dibuat seorang penumpangnya. Ia memotret penumpang lainnya yang berhamburan panik ke luar pesawat. Bandara yang dijaga ketat aparat keamanan mustahil dapat diakses warga sipil, termasuk wartawan. Bahkan, dalam banyak kasus reporter media massa profesional kalah cepat dibandingkan dengan liputan warga biasa. Baca selebihnya »

Memangkas Batas dengan Konferensi Video

“Saya Fitri, Asal Sarwodadi, Kawunganten. Sekarang saya di Hongkong, menjadi pembantu rumah tangga. Senang berjumpa dengan hadirin semua. Jan rasane Hongkong-cilacap Perek banget yah….(Rasanya jarak Hongkong-Cilacap Dekat Sekali yah..)”

Konferensi Video yang diselenggarakan PTI Mahnetik Sidareja

Konferensi Video yang diselenggarakan PTI Mahnetik Sidareja

Setelah mengenalkan diri, muka Fitri terlihat berseri-seri. Tidak pernah terbayang olehnya, dia bisa berdiskusi dengan ratusan warga dan pejabat daerahnya, terlebih posisinya yang jauh dari tanah air. Tepuk tangan menggema dari para hadirin yang mengikuti konferensi video. Baca selebihnya »

Jardiknas dan Pengajaran Open Source di Sekolah

Lewat dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan pendistribusian ilmu pengetahuan di sekolah menggunakan konsep pengajaran elektronik (e-learning). Buku-buku pelajaran dapat diunduh secara langsung lewat secara gratisan, misalnya melalui situs bse.depdiknas.edu. Departemen Pendidikan Nasional juga telah meluncurkan Proyek Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) sehingga teknologi interkoneksi (internet) dapat dimanfaatkan di sekolah-sekolah.

“]Jardiknas Cilacap]

Suasana Laboratorium Komputer di Sekolah [Sumber: Jardiknas Cilacap

Namun, permasalahan lanjutan yang muncul adalah program-program di atas menyerap dana yang besar, terutama pada pos pembelanjaan sistem operasi (operating system) ataupun aplikasinya sehingga sebagian besar sekolah menggunakan produk bajakan. Data BSA mencatat Indonesia sebagai negara pembajak terbesar ke-3 di dunia dengan tingkat pembajakan hingga 87 prosen. Baca selebihnya »

Aroma Korupsi Simpemdes

Aroma tak sedap penyimpangan dana proyek Simpemdes (Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa, red) mulai merebak. Polisi sudah mengendus adanya dugaan markup harga dalam pengadaan komputer untuk 284 desa di Kabupaten Cilacap yang menelan anggaran lebih dari Rp 13 miliar.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data-data di lapangan,” kata Kapolwil Banyumas Kombes Ghufron belum lama ini. Baca selebihnya »

Dana Minim, Beralihlah ke Audacity

AudaCity adalah program editing untuk audio, ada yang versi linux dan ada juga yang versi windows. Buat temen-temen yang seneng ngedit lagu/mp3 untuk ringtone hp, sangat cocok apabila menggunakan aplikasi yang satu ini.

Dengan User Interface yang sangat simple dan mudah sekali untuk difahami, membuat aplikasi yang satu ini sangat mudah sekali dioperasikan. Selain untuk mengedit mp3, Audacity juga mendukung type ogg dan wav. Baca selebihnya »

Lima Jurus Beralih ke Open Source

PERKEMBANGAN perangkat lunak berbasis sumber terbuka (Free Open Source Software) membuka mata dunia mengenai pentingnya gerakan memutus ketergantungan pada suatu perangkat lunak berbayar (propertary) yang dikembangkan perusahaan tertentu. Pemanfaatan perangkat lunak berbayar bukan sekadar persoalan ketergantungan teknologi semata, tapi telah menimbulkan tata transaksi yang bersifat monopoli yang menjadi ciri khas praktek ekploitatif dan antipemanusiaan. Kegelisahan atas kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan perangkat lunak sumber terbuka bukan sekadar jalan alternatif, tapi menjadi gerakan sosial memutus tata dunia yang tidak adil.

Kebiasaan menggunakan Open Source akan mempercepat migrasi

Kebiasaan menggunakan Open Source akan mempercepat migrasi

Bagaimana gerakan sosial dilakukan? Meninggalkan penggunaan perangkat lunak berbayar dan beralih pada penggunaan perangkat lunak sumber terbuka, dikenal dengan migrasi, adalah salah satu bukti nyatanya. Migrasi bukan sekadar permasalahan teknis semata, tetapi menyangkut perubahan kebiasaan, tata budaya, sosial, ekonomi, manajemen, dan cara berpikir masyarakat. Berikut ini adalah lima gagasan agar proses peralihan menuju perangkat lunak sumber terbuka dapat berjalan lancar.     Baca selebihnya »

Simpemdes versus Lurahsoft

Tahun 2008, Kabupaten Cilacap memasuki era baru. Era ini ditandai dengan pemanfaatan teknologi komputer untuk mendukung kerja pemerintahan hingga tingkat desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap menerapkan Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa, selanjutnya disebut Simpemdes. Kini, setiap desa di Kabupaten Cilacap memiliki satu perangkat komputer dan pencetak (printer) yang mendukung kerja-kerja pemerintahan di desa.

Gagasan Simpemdes sebenarnya bukan hal baru. Saat ini pemerintah tengah gencar menerapkan sistem pemerintahan elektronik (e-government) untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dihadirkan agar para pelayan masyarakat (birokrat) bekerja secara transparan, cepat, dan murah. Namun, penerapan pemerintahan elektronik di setiap daerah berbeda-beda. Ada yang serius, ada juga yang menjadikannya sekadar euforia atau proyek belaka. Baca selebihnya »

Halaman Berikutnya »