Monthly Archives: January 2012

Prinsip Pemberitaan Peristiwa Bencana

Pemberitaan peristiwa bencana oleh media massa menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Pemberitaan menyebabkan informasi peristiwa bencana di suatu daerah bisa tersebar secara cepat. Adakah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam memberitakan peristiwa bencana, bolehkan suatu media melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban, dan adakah etika yang harus diperhatikan. Di bawah ini adalah petikan wawancara dengan Atmakusumah Astraatmadja, Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo tentang jurnalisme dalam pemberitaan bencana. Continue reading


Gerakan Reformasi Agraria di Indonesia

Meski Indonesia telah merdeka selama 67 tahun, persoalan tata kelola lahan (tanah) masih didominasi persoalan-persoalan warisan kolonial. Perhutani sebagai badan usaha milik negara (BUMN) hingga kini masih terus berkonflik dengan sejumlah wilayah yang secara geografis berbatasan dengan tata kelola lahan yang mereka ajukan. Hampir semua perusahaan yang berhubungan dengan perkebunan, pertambangan, maupun perusahaan lainnya memiliki pekerjaan rumah yang sama. Continue reading


Mengenal Telematika

Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe;. Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Continue reading


Menilik Gerakan Open Source di Perdesaan

Kegiatan Penerapan Open Source di Desa Melung

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis sumber terbuka (open source) telah menembus dunia perdesaan. Sejumlah desa, seperti Desa Mandalamekar dan Desa Melung, secara terbuka mengibarkan gerakan goes open source. Ironisnya, gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang dipelopori oleh lima kementerian sudah mulai rontok. Bahkan Kementerian Pendidikan Nasional sebagai pelopor IGOS justru berbalik arah dengan menandatangani kesepakatan dengan Microsoft. Mengapa bisa demikian? Continue reading