Korban Lumpur Lapindo Keluhkan Langkanya Air Bersih

Setelah adanya luapan lumpur, air bersih di desaku menjadi barang langka. Apabila sebelumnya airnya cukup dari sumur, kini untuk dapatkan air bersih harus membeli. Setiap tiga hari, keluargaku harus beli dua dirigen air bersih seharga Rp 1.500,- per dirigen. Itupun hanya untuk air minum dan masak nasi.

Untuk keperluan lainnya, seperti mandi, cuci baju, dan lainnya aku terpaksa harus pakai air sumur yang sudah tercemar bau lumpur. Air sedikit bau dan warnanya kekuningan. Agar kulitnya tidak terasa lengket kugunakan sabun sebanyak-banyaknya.

Namaku Zahrah, tinggal di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Masalah air bersih menjadi beban keluarga seluruh warha yang berjarak 1-2 kilometer dari tanggul lumpur. Setiap bulan warga harus mengeluarkan Rp 15.000,- sampai Rp 20,000,- untuk membeli air bersih.

Aku rindu ingin mandi dengan air yang bersih seperti dulu. Aku sempat punya ide setiap dusun membangun tandon air bersih sehingga bisa dimanfaatkan bersama-sama. Untuk urusan ini pemerintah bisa mengagendakan dalam belanja daerah, toh harganya tidak terlalu mahal, tak lebih dari biaya membangun 1 meter tanggul lumpur.

Belum ada komentar

Leave a reply