Arsip untuk Maret, 2009|Halaman arsip bulanan
Kripik Tempe, Industri Rumahan Warga Rawaapu
Kripik tempe menjadi produk industri rumahan di Desa Rawaapu, Patimuan, Cilacap. Tempe diiris tipis dicelupkan ke adonan tepung terigu encer lalu digoreng dengan minyak kelapa hingga kering. Hasilnya, keripik renyah yang gurih dan lezat. Baca selebihnya »
Cin Cau, Tanaman Taman yang Menghasilkan
Cin Cau merupakan tanaman yang mudah tumbuh di pekarangan rumah. Anda bisa menanamnya untuk mengisi ruang-ruang kosong, seperti halaman rumah, pematang sawah, atau di pinggir jalan.
Caranya sangat mudah, cukup dengan memotong batang pohonnya (stek) lalu ditanam kembali, seperti kita menanam ketela pohon. Agar tanaman Cin Cau tumbuh dengan baik maka media tanam diberi pupuk kompos atau pupuk kandang. Menurut para petani, Cin Cau sebaiknya ditanam saat sore hari supaya calon akar cepat beradaptasi. Baca selebihnya »
Tour de Tjilatjap: Menelikung di Jalanan Kubangkangkung
Belum lama ini (21-24/2/2008) aku pulang kampung di Rawaapu, Patimuan, Cilacap. Saat pagi masih buta, pukul 04.30, kupacu kuda besi tinggalkan Kota Jogjakarta. Seger rasanya bisa menikmati suasana pagi. Jalanan sepi dan debu-debu belum berterbangan jalanan kota.
Tiga kawan satu kontrakan yang ikut serta. Selain ingin jalan-jalan dan plesiran, mereka akan membantuku memfasilitasi sebuah pelatihan radio dan internet di kampung. Sepeda motor menembus kabut pagi dengan lambat, kira-kira kecepatan 60-70 Km/jam. Baca selebihnya »
PTK Cilacap Siap Kembangkan Pewarta Warga
Pewarta warga (citizen journalism) merupakan konsep pewartaan yang memanfaatkan warga bisa sebagai pengirim sekaligus sumber berita. Keunggulan konsep ini adalah berita atas peristiwa bisa dihadirkan secara cepat ke publik, tanpa repot-repot menunggu pewarta profesional melakukan liputan. Akibatnya, kecepatan menyiarkan peristiwa tidak lagi monopoli wartawan profesional, tetapi diambil alih warga biasa.

Pewarta Warga Sedang Mengunggah Berita di PTK Mahnetik Cilacap
Di Indonesia, terjangan tsunami Aceh direkam oleh seorang penduduk menggunakan kamera genggam. Stasiun televisi swasta, Metro TV, menayangkannya berulang-ulang. Saat pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya, 4 Maret 2006, Kompas memuat foto utama yang dibuat seorang penumpangnya. Ia memotret penumpang lainnya yang berhamburan panik ke luar pesawat. Bandara yang dijaga ketat aparat keamanan mustahil dapat diakses warga sipil, termasuk wartawan. Bahkan, dalam banyak kasus reporter media massa profesional kalah cepat dibandingkan dengan liputan warga biasa. Baca selebihnya »
Komentar (1)
Komentar (3)
Tinggalkan sebuah Komentar