Beranda > desa mandiri > Cincau: Benteng Petani Pasca Gagal Panen

Cincau: Benteng Petani Pasca Gagal Panen

Dua musim warga Desa Rawaapu, terutama Dusun Cikuning dan Cikadim, gagal panen. Meski di sepanjang areal persawahan ada saluran irigasi tersier dan cacingan tapi air tak kunjung merambahnya. Hasilnya, tanaman padi perlahan mengering sebelum berbuah. Akibat kekurangan air, alih-alih petani dapat memetik hasil tapi jutru mereka merugi. Mereka telah mengeluarkan banyak uang untuk membayar jasa traktor, membuat persemaian benih, membayar buruh tanam, dan membeli pupuk.

Memetik Daun Cin Cau

Memetik Daun Cin Cau

Menurut Wikarta (53), warga Dusun Cikuning, peristiwa ini sebenarnya dapat diatasi apabila pengelolaan air diatur secara adil. Dusun Cikuning dan Cikadim yang terletak di ujung desa tidak mendapat jatah air karena desa-desa sebelahnya menggunakan air secara berlebih. Mereka terus membuka pintu air meski jatahnya sudah habis.

Wikarta menyesalkan petugas pengairan yang tidak memberikan tindakan apapun atas peristiwa ini. Saat warga kedua dusun itu mempertanyakannya justru petugas mengeluh para petani susah diatur. Petugas juga tidak berani mengambil langkah karena takut memancing tindakan kekerasan dari warga.

“Ah, itu alasan saja. Mereka kan mengemban tugas resmi negara, jadi mengapa mesti takut. Mereka mencari-cari alasan untuk menutupi ketidakbecusannya,” ujar Wikarta.

Untuk menghidupi kebutuhan keluarga, para petani yang gagal panen tak kurang akal. Mereka mengembangkan tanaman Cincau di pekarangan ataupun tanah tegalan yang mereka miliki. Hasilnya pada musim kemarau April-September mereka menuai hasilnya. Tanaman Cincau adalah bahan baku untuk membuat Es Cincau yang laris manis pada musim kemarau.

Tanaman Cincau dapat tumbuh tanah kering, seperti pekarangan. Cara menanamnya sangat mudah yaitu lewat metode stek. Batang tanaman Cincau dipotong 50-70 cm dan ditanam dengan jarang 50 x 50 cm. Setelah dua minggu tanam biasanya sudah tumbuh tunas daun pada batangnya. Pada saat itu petani akan memberi pupuk kandang pada rumpun-rumpun tanaman Cincau supaya tumbuh dengan subur. Setelah 3 bulan, tanaman Cincau bisa dipanen untuk kali pertama. Petani akan memetik daun-daunnya untuk bahan baku pembuatan Jelly Cincau.

Agung (28) adalah salah seorang pemuda yang mengembangkan tanaman Cincau. Alumnus Teknik Sipil UGM mengaku membudidayakan Cincau setelah ia berhenti dari tempat kerjanya. Menurutnya, setelah panen pertama, tiap 6 minggu daun-daun Cincau siap dipetik kembali. Setiap minggu ia mengirim 400-700 kg daun Cincau ke Surabaya, Tuban, Gresik, dan Sidoarjo. Ia biasanya membeli daun Cincau dari tetangga-tetangganya yang mengikuti jejaknya.

Tiap luasan 50 ubin bisa menghasilkan 400-500 kg daun Cincau. Daun-daun itu dijual dengan harga Rp 1200,- per kilogram. Jadi, apabila tanaman Cincau dipanen tiap 1,5 bulan, maka ada 8 x 400 x Rp 1.200,- = Rp 3.480.000 per tahun.

“Lumayan, saya dapat memberikan uang kiriman buat dua adik saya yang tengah kuliah di Yogyakarta dari hasil Cincau,” ujarnya.

Petani mendapat penghasilan yang lumayan di saat mereka gagal panen karena ketidakbecusan pemerintah mengatur kebijakan pengairan. (Yossy)

  1. 14 Oktober 2008 pukul 3:42 am | #1

    Menarik banget. Saya sendiri penyuka cincau. Saya lihat sudah ada minuman cincau kalengan. Mungkin bisa dibuat minuman cincau yang dibuat dalam gelas plastik. Tapi memang paling enak yang segeeerr.

  2. Sukarni
    7 Januari 2009 pukul 5:04 am | #2

    CINCAU ATASI KACAU
    Bagus enggak judul tersebut?

  3. 7 Januari 2009 pukul 7:01 am | #3

    awas banyak cincau yang dicampur obat kimia, cincau yang asli tidak terlalu keras dan hanya tahan sehari. ini info herbal lo….

  4. Agus Kusbiantoro
    24 Maret 2009 pukul 8:10 am | #4

    Pak Yossy, saya ada pembeli cincau dari luar negeri yang membutuhkan banyak pasokan daun cincau kering. Pengiriman sampai 10 ton. Saya berniat berbisnis dengan anda.
    Harganya sangat menarik.
    Kalau tertarik ini no HP saya: 03191739942 atau 03191676806
    Saya tunggu informasi dari bapak.

  5. 1 April 2009 pukul 5:34 pm | #5

    Siip,,,,teruskan bikin berita dari pelosok2 desa cilacap khususnya cilacap barat.

  6. antok
    13 April 2009 pukul 4:14 am | #6

    pak saya maubeli cincaunya untuk usaha penjualan es cincau sendiri. tolong bea pengiriman gmn.

  7. 11 Mei 2009 pukul 12:13 pm | #7

    Mohon Informasi Alamat/Petani/penjual daun cincau hijau. No tel Bp. Agung yang Petani Cincau Berapa?. mohon di informasikan ke alamat email saya (mediaestetika@yahoo.com), terima kasih sebelumnya. sukses selalu.

  8. 14 Mei 2009 pukul 10:29 am | #8

    Nomor kontak Petani Cincau adalah Bapak Kasum atau Ibu Sugiyem Nomor kontaknya 085868029652. Alamatnya Dusun Cikuning RT 02/05 Desa Rawaapu, Patimuan Cilacap

  9. 18 Juni 2009 pukul 8:42 am | #9

    Cincau memang minuman yang sangat menyegarkan. di samping itu cincau juga tanaman yang menghasilkan. saya sendiri juga suka mengkonsumsi cincau dan suka bikin minuman sendiri yang berbahan dasar dari cincau. bang yoss klo boleh saya pesen atau saya langsung tlp Bapak Kasum atau Ibu Sugiyem ???

  1. Belum ada trackback.