Beranda > warta desa > Mendinginkan Pemandian Air Panas

Mendinginkan Pemandian Air Panas

Pemandian Air Panas Cipari benar-benar mempihatinkan. Dari sepuluh kamar yang ada, hanya dua kamar yang berfungsi. kamar mandi lainnya rusak parah, bahkan beberapa di antara bak mandi, tertutup tanah. Kondisi bangunannya rusak. Atap genteng banyak yang ambrol. Di halaman ada dua tempat berteduh, tapi kondisinya nyaris tak berbentuk.

Pemandian Air Panas Cipari di Kecamatan Cipari. Dari Kota Cilacap berjarak sekitar 75 Km atau 2 jam ditempuh lewat perjalanan darat. Hingga kini objek wisata ini dibiarkan mangkrak, tidak ada perbaikan apapun. Bahkan kerusakan pada bangunan yang berbentuk leter L makin parah.

Menurut Syaiful Mustain, Pegiat Forum Warga Cipari, air panas mengalir dari lubang mirim sumur. Pada 1930-an, Belanda sangat getol mengeksplorasi kekayaan alam. Cipari diduga daerah penghasil minyak sehingga dilakukan pengeboran. Setelah dibor yang keluar justru semburan air panas sehingga proyek eksplorasi dihentikan.

Objek wisata air panas berupa bangunan berbentuk leter L. Bangunan itu terdiri dari 10 kamar mandi yang ukurannya bervariasi. Dua kamar mandi induk berukuran 4×4 meter dan delapan kamar mandi lainnya berukuran 4×2 meter. Para pengunjung datang ke air panas karena air di lokasi itu mengandung belerang dapat menyembuhkan penyakit, terutama penyakit kulit. Banyak pengunjung yang datang merasa cocok, semua penyakit yang dideritanya dapat sembuh. Mereka yang mandi air panas tersebut biasanya tidak hanya satu kali, tetapi sampai beberapa kali agar penyakitnya cepat sembuh.

“Para pengunjung yang datang dikenai bea masuk sebesar Rp 1.500 per orang. Pengunjung banyak pengunjung yang mengeluh karena ditarik tiket tapi bangunan tidak diurus,” ujarnya.

Categories: warta desa Tag:, ,
  1. 5 September 2009 pukul 6:11 am | #1

    kalau ada pemandian air panas berari cipari sangat erat dengan aktivitas vulcanologi dan geologi ya …… wah kudu waspada gempa neh

  1. Belum ada trackback.