Arsip untuk September, 2008|Halaman arsip bulanan

Empat Alasan Ajarkan Open Source

Mahasiswa tengah melaksanakan praktikum sistem operasi Ubuntu 7.10

Mahasiswa tengah melaksanakan praktikum sistem operasi Ubuntu 7.10

Semester ini saya memfasilitasi mahasiswa di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, UIN Yogyakarta, untuk belajar open source. Sebagian besar mahasiswa sebenarnya pernah mendengar istilah open source, tapi belum ada mata kuliah yang memungkinkan penjelasan yang detail. Saya menggunakan distro Ubuntu 7.10 karena spesifikasi hardware tidak memungkinkan untuk instalasi sistem operasi yang terbaru. Pertanyaannya, mengapa open source perlu di pelajari di bangku perkuliahan (baca: sekolah)?

Pertama, perangkat lunak bebas biaya dapat menghemat biaya untuk sekolah. Ingat, walaupun di negara-negara yang paling kaya, sekolah-sekolah selalu kekurangan dana. Aplikasi open source memberikan kepada sekolah, seperti pemakai lain, kebebasan untuk meniru dan mendistribusikan kembali perangkat lunak, agar sekolah dapat memakai aplikasi ini di semua komputer yang mereka miliki. Di negara-negara berkekurangan, open source dapat membantu orang memasuki dunia digital. Baca selebihnya »

TKW Asal Jeruklegi Dibunuh Majikan

Nasib buruk kembali menimpa salah satu tenaga kerja wanita (TKW) yang tengah mengadu nasib di luar negeri. Siti Fatonah (28), TKW asal Desa Tritih Lor, Rt 3 Rw 10 Kecamatan Jeruklegi, dibunuh majikan laki-lakinya di tempat bekerjanya di Puchong, Selangor, Malaysia, Jum’at (12/9).

Jenasah Fathonah Saat tiba di Jeruk Legi disambut keluarga dengan isak tangis dan kesedihan

Jenasah Siti Fatonah (28) tiba di Jeruk Legi disambut keluarga dengan isak tangis dan kesedihan

Siti Fatonah yang diberangkatkan melalui PTKI PT Sukma Karya Sejati pada Oktober 2005 lalu, bukan satu-satunya korban dalam pembunuhan tersebut. Majikan perempuan beserta anaknya juga turut menjadi korban kekejaman majikan laki-laki. Baca selebihnya »

FPI Bringas, Karena Polisi Memble

Akhir-akhir ini seluruh media massa meliput berita penyerbuan sekelompok massa yang menamakan diri FPI (Front Pembela Islam) pada peserta aksi peringatan lahirnya Pancasila di Monas, Jakarta. Kenapa FPI berani menyerbu dan memukuli peserta aksi di atas?

Menurut beragam informasi ada di media massa, tindakan FPI dipicu oleh sikap Aksi Aliansi untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AAKBB) yang menyerukan hak warga untuk bebas memeluk agama dan keyakinan. Sikap ini AAKBB dituduh membela para penganut Akhmadiyah oleh FPI. Ajaran Akhmadiyah menurut FPI meresahkan warga, terlebih mereka memposisikan pimpinan spiritual mereka Mirza Ghulam Akhmad seperti nabi. Karenanya penganut Ahmadiyah adalah sesat dan menodai kemurnian agama. Baca selebihnya »

Lengo Klentik Versus VCO

Internet, Media Paling Bebas di Malaysia

Perubahan politik sulit tercipta di Malaysia karena pemerintah memiliki kekuatan kontrol di semua lini, tak terkecuali media massa. Pemerintah memiliki hak untuk memberi dan mencabut permit (izin terbit), sehingga isi pemberitaan media massa bisa dikendalikan. Internet adalah satu-satunya media yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah sehingga media ini sering digunakan untuk memublikasikan ide-ide perubahan.

Demikian pendapat Farish A. Noor, Profesor Sejarah dan Ilmu Politik dari Nanyang Technical University (NTU), Singapora pada diskusi AJI Damai di Kedai Ijo, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Yogyakarta (8/9). Menurutnya, internet akan membawa perubahan besar sebab infrastruktur jaringan nirkabel sudah merata hingga ke pelosok-pelosok desa. Baca selebihnya »

Mendinginkan Pemandian Air Panas

Pemandian Air Panas Cipari benar-benar mempihatinkan. Dari sepuluh kamar yang ada, hanya dua kamar yang berfungsi. kamar mandi lainnya rusak parah, bahkan beberapa di antara bak mandi, tertutup tanah. Kondisi bangunannya rusak. Atap genteng banyak yang ambrol. Di halaman ada dua tempat berteduh, tapi kondisinya nyaris tak berbentuk.

Pemandian Air Panas Cipari di Kecamatan Cipari. Dari Kota Cilacap berjarak sekitar 75 Km atau 2 jam ditempuh lewat perjalanan darat. Hingga kini objek wisata ini dibiarkan mangkrak, tidak ada perbaikan apapun. Bahkan kerusakan pada bangunan yang berbentuk leter L makin parah. Baca selebihnya »

Segara Anakan Sekadar Hikayat

Era 1980-an Cilacap-Kalipucang ditempuh dengan jalur transportasi air. Ada 15 kapal besar berkapasitas hingga 300 orang beroperasi di sepanjang jalur ini. Ada juga ratusan Compreng yang meramaikan jalur ini. Namun, sedimentasi di Segara Anakan menyebabkan jalur transportasi menjadi sempit dan dangkal. Kapal pun menghilang.

Sebagian besar armada transportasi dikelola oleh Dinas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kabupaten Cilacap dan Ciamis. Kapal terbuat dari besi seperti kapal ferry, bedanya panjang dan besarnya lebih kecil dibanding kapal-kapal yang beroperasi di transportasi selat. Di badan kapal tertulis kata TA dilanjutkan dengan nomor serinya sehingga warga menyebutnya dengan kapal TA-1, TA-2, dan seterusnya. Selain itu, ada juga armada yang dikelola oleh perusahaan swasta, seperti kapal Kasih Sayang dan Sundawa. Baca selebihnya »

Cuci Tangan Cegah Virus Hepatitis

Banyaknya warga Desa Rawaapu yang meninggal karena virus hepatitis patut dicermati. Penularan hepatitis virus A merupakan jenis oral fecal transmission. Penularan penyakit ini erat hubungannya dengan perilaku higiene perseorangan.

Hepatitis akut klinis merupakan penyakit yang diakibatkan adanya peradangan yang bersifat akut pada hepatosit karena adanya agen yang masuk ke dalam sel hepar tersebut. Secara klinis umumnya ditandai dengan panas, mual atau muntah, rasa penuh di perut dan ikterik. Hepatitis virus A merupakan virus yang sering menyerang masyarakat. Baca selebihnya »

Warga Rawaapu Menunggu Apur Dikeruk

Empat tahun warga Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, menunggu proyek pengerukan Apur. Pada 2004 mereka telah meminta pemimpin Proyek Citanduy-Ciwulan di Banjar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, untuk merehabilitasi saluran pembuangan air (apur) di desa mereka.

Keinginan warga itu ditindaklanjuti pihak desa. Saat itu, Kepala Desa Rawaapu, Didi Syahdiana, mengirim surat bernomor 611.4/54/2004 ke pemimpin proyek. Surat tembusan surat diketahui dan ditandatangani Camat Patimuan Sujono SIP serta dikirim ke Bupati dan DPRD. Baca selebihnya »